TOKSIKOLOGI ? (P8)

 apa itu toksikologi ?

Toksikologi merupakan ilmu pengetahuan yang ada sejak zaman purbakala, yang merupakan perpaduan antara ilmu biologi dan ilmu kimia dan dapat digunakan untuk memahami konsep aksi dan keberadaan zat toksik serta penerapan konsep tersebut dalam permasalahan lingkungan. dalam artian singkatnyapengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup / racun.


Kata racun ”toxic” adalah bersaral dari bahasa Yunani, yaitu dari akar kata tox, dalam bahasa Yunani tox berarti panah. Dimana panah pada saat itu digunakan sebagai senjata dalam peperangan, yang selalu pada anak panahnya terdapat racun.

toksikologi dikelompokan dalam empat bidang:

1. Bidang kedokteran untuk tujuan diagnostik, pencegahan, dan terapeutik. 

2. Bidang industri makanan sebagai zat tambahan baik langsung maupun tidak langsung. 

3. Bidang pertanian sebagai pestisida zat pengatur pertumbuhan, peyerbuk bantuan, dan zat tambahan pada makanan hewan.

4. Bidang industri kimia sebagai pelarut, komponen, dan bahan antara bagi plastik serta banyak jenis bahan kimia lainnya. Di dalam industri kimia juga dipelajari pengaruh logam (misal dalam pertambangan dan tempat peleburan), produk minyak bumi, kertas dan pulpa, tumbuhan beracun, dan racun hewan terhadap kesehatan. 

Toksisitas akut relatif mudah untuk mengukur. Efek racun pada toksisitas akut cukup tinggi pada tingkat fungsi tubuh, bersifat jelas dan cukup konsisten di individu dan spesies. Untuk bahan kimia yang berbeda, tingkat ini sangat bervariasi. Di beberapa tingkat hampir semuanya beracun, dan perbedaan antara beracun dan non beracun adalah pada masalah derajat toksisitasnya. Indeks yang paling banyak digunakan dalam toksisitas akut yakni LD50, dosis mematikan untuk 50 persen dari populasi. Dosis umumnya dinyatakan sebagai berat dari kimia per kilogram berat badan. Nilai LD50 dapat diperoleh dengan memplot jumlah kematian diantara kelompok percobaan hewan (biasanya tikus) pada berbagai tingkat paparan bahan kimia dan interpolasi kurva dosis-respons yang dihasilkan untuk dosis di mana setengah hewan mati. Dengan melakukan studi LD50 untuk berbagai zat (massa racun per unit berat badan) kita dapat menetapkan peringkat toksisitas zat ini sebagai berikut.


1. Klasifikasi berdasar sumber :

a. Sumber alamiah/buatan. Klasifikasi ini membedakan racun asli yang berasal dari flora dan fauna dan kontaminasi organisme dengan berbagai racun yang berasal dari bahan baku industri beracun ataupun buangan beracun dan bahan sintetis beracun. 

b. Sumber berbentuk titik, area dan bergerak. Klasifikasi sumber seperti ini biasanya dipergunakan orang yang berminat melakukan pengendalian. Tentunya sumber titik lebih mudah dikendalikan daripada sumber area dan bergerak. 

c. Sumber domestik, komersial dan industri Sumber domestik biasanya berasal dari permukiman, kurang beracun kecuali bercampur dengan buangan pestisida, obat-obatan dll. Buangan komersial dapat sangat beragam, demikian pula dengan buangan industri. 

2. Klasifikasi berdasarkan wujud Sangat bermanfaat dalam memahami efek yang mungkin terjadi serta pengendaliannya. 

a. Wujud pencemar 

1) Padat : padatan yang sangat halus dapat terbang bersama udara, disebut debu, fume, mist, sehingga dampaknya dapat sangat luas. 

2) Cair : banyak dipergunakan dalam pertanian dan biasanya ditambah pengencer dampaknya tidak secepat gas. 

3) Gas : dapat berdifusi sehingga menyebar lebih cepat dari pada cairan dan zat padat. 


source : Amaloyah N dan Yulianto. 2017. Toksikologi Lingkungan. Kemenkes RI.















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Threshold Limit Value-Time Weighted Average 💢💀 (P12-P13)

LIMBAH (PERTEMUAN VII)

SANITASI MAKANAN (PERTEMUAN IV)