Biopesticide xx!! (P10)

 wdyt about Biopesticide ?

Biopesticides are certain types of pesticides derived from such natural materials as animals, plants, bacteria, and certain minerals (EPA USA)

Biopestisida merupakan salah satu komponen dalam pengelolaan hama dan penyakit. Biopestisida didefinisikan sebagai bahan yang berasal dari mahluk hidup (tanaman, hewan atau mikroorganisme) yang berkhasiat menghambat pertumbuhan dan perkembangan atau mematikan hama atau organisme penyebab penyakit. (Sumartini 2016) 


Pestisida hayati umumnya memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Repelan: menimalisir adanya serangga pada tanaman, umumnya disebabkan oleh aroma yang kuat 

2.Antifidan: menimalisir serangga dalam memakan tanaman yang telah diberi pestisida yang dikarenakan citarasa yang pahit 

3. Mencegah serangga untuk bertelur

4. Toksik pada sistem saraf 

5. Mengganggu sistem hormon pada tubuh serangga 

6. Atraktan: penarik serangga ke dalam perangkap serangga 

7. Mengendalikan pertumbuhan jamur (fungisida) dan bakteri (bakterisida) yang bersifat merusak tanaman. 


Pestisida hayati memiliki kelebihan sebagai berikut

1. Cepat terurai akibat sinar matahari, udara, kelembapan, atau komponen alam lainnya. Sifat ini menyebabkan resiko pencemaran tanah dan air berkurang. Resiko residu pada hasil panen juga rendah.

 2. Toksisitas pada mamalia umumnya rendah sehingga aman bagi manusia dan hewan ternak. 

3. Selektivitas tinggi karena pestisida hayati memiliki sprektrum pengendalian yang luas. 

4. Phitotoksisitas rendah sehingga potensi pestisida nabati merusak tanaman rendah.

Menurut Saenong (2016), kelemahan pada pestisida hayati (biopestisida) adalah sebagai berikut: 

1. Kemampuan kerja yang lambat sehingga hasil dari penyemprotan pestisida hayati tidak terlihat dalam waktu yang pendek.  

2. Tidak membunuh hama secara langsung, tetapi akan mengurangi nafsu makan hama sehingga hama akan mati secara perlahan atau hanya sekedar mengusir atau membuat hama tersebut tidak mau lagi memakan tanaman yang telah disemprot pestisida hayati tersebut. 

3. Mudah rusak dan mudah terurai jika terpapar sinar matahari 

4. Tidak bisa menyimpan dalam waktu yang lama sehingga perlu digunakan setelah selesai dibuat dan menjadi suatu hambatan untuk diperjual belikan kepada masyarakat. 

5. Perlu pengaplikasian secara berkala sehingga tidak terlalu efisien dalam segi ekonomi. 

Menurut Berek (2017), terdapat dua cara dalam pengaplikasian insektisida pada tanaman yaitu dengan cara penyemprotan pada daun atau permukaan daun pada tanaman dan penyiraman insektisda langsung pada akar tanaman dalam tanah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Threshold Limit Value-Time Weighted Average 💢💀 (P12-P13)

LIMBAH (PERTEMUAN VII)

SANITASI MAKANAN (PERTEMUAN IV)